Germasa

Putaran waktu telah membawa kita pada abad ke 21, di abad ini kita di ingatkan untuk kilas balik merenungkan tentang apa yang telah kita lakukan dalam mempertahankan kedaulatan gereja yang dewasa ini sering terusik oleh berbagai kompleksitas persoalan sosial dan oleh kelompok tertentu terkadang gereja menjadi sebuah argumen dalam memicu persoalan.

Agama atau gereja adalah media komunikasi antara umat dan penciptanya, agama atau gereja adalah bahasa universal yang berapresiasi antar manusia dengan latar belakang berbeda, agama atau gereja adalah media untuk mencurahkan rasa cinta dan cerita tentang peradaban, agama atau gereja merupakan jatidiri untuk di hargai dan dihormati.

Dengan mempertegas kembali jatidiri dan kesaksian gereja ditengah arus keterbukaan teknologi informatika sebuah wadah lahir untuk mempertegas eksistensi gereja yang mampu bercerita dan bertutur tentang kedamaian, keharmonisan, kerukunan dan toleransi di negeri ini.

Komisi Gereja Masyarakat & Agama atau disingkat Komisi Germasa merupakan sebuah komisi yang dibentuk sebagai wahana penjalin komunikasi antar gereja, masyarakat dan agama-agama lain memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai corong kesaksian gereja ditengah kemajemukan masyarakat Indonesia melalui kegiatan apresiatif yang memiliki substansi keharmonisan, kepedulian serta toleransi kepada penganut agama lain dan persoalan-persoalan sosial dan lingkungan alam dan seisinya.

Susunan Kepengurusan Komisi Germasa

  • Ketua II PHMJ GPIB Harapan Kasih Bpk. Pnt. Heri Pratomo ( Pembina/Ketua Bidang )
  • DEWI de FRETES ( Ketua )
  • IVONNE SAMALLO ( Sekretaris )

  • SUDARTI MONTOLALU ( Bendahara )

Anggota :

  • EDWIN MAUWA
  • ESTER MANURAT
  • RENNY SIDAURUK